Untuk menyatakan seseorang terkena enyakit hepatitis virus aktif perlu adanya gejala gangguan fungsi hati yang dapat diketahui dari uji saring serologik seperti yang annada lakukan. Tetapi itu sebenarnya belum cukup bila tanpa disertai tes untuk keberadaan virus. HBSAg = hepatitis (virus) B "Surface" (="Permukaan") Ag, baru bagian dari virus yang biasanya akan cukup lama positifnya, baik untuk penderita Hepatitis "abortif" (terinfeksi tetapi tidak menderita sakit / tidak keluar gejala) atau yang kemudian menderta ringan / subklinik = "carrier", dan saat benar-benar terinfeksi plus gejala hepatitis virus, disertai tes fungsi hati yang menyimpang tentunya. Jadi dari hanya data singel atas tes HBSAg serologik, masih belum bisa dijadikan bukti acuan yang kuat, oleh karena itu ananda masih perlu observasi lebih lanjut. Bila HBCAg plus gejala klinik dan serologik-nya bener-benar menjadi positif, barulah menandakan ananda benar-benar menderita HB Aktif, yang bisa menular secara parenteral (kontak langsung darah dengan cara-cara seperti transfusi, suntikan dengan jarum yang dipakai bersama secara berurutan, luka-luka kecil mulut atau saluran lainnya). Diet - upaya terapi akan sangat ditentukan oleh berat - luas jaringan / sel hati yang telah terkena infeksi virus. Saat ini ananda bisa melakukan langkah preventif dengan hidup sehat dan jangan menambah resiko dengan kontak langsung dengan penderita hepatitis virus. Jangan keburu stres dulu dengan keadaan yang telah ditemukan, karena secara perlahan namun pasti, stres dapat mempengaruhi dan menurunkan status imun tubuh. Tindakan terbaik untuk menanggulangi virus Hepatitis B (ataupun virus Hepatitis jenis lainnya) adalah deteksi segera, vaksinasi segera dan obati segera. Tim konsultasi mediasehat juga beranggotakan apoteker dan mengatakan telah ada sediaan vaksinasi Hepatitis B, yaitu dengan nama Intron Alfa (isinya virus Hepatitis B rekombinan dengan interveron). Pengobatan Hepatitis B yang telah ada di Indonesia adalah dengan menggunakan interveron-alfa (sediaan suntikan) dan lamivudine (atau yang biasa disebut juga dengan sebutan 3TC-HBV, sediaan oral). Saat ini juga telah ada Adefovir Dipivoxil (Hepsera), anti virus oral baru yang menekan replikasi virus pada saat mengalami mutasi. Seperti halnya Lamivudine (3TC-HBV), Hepsera memberikan manfaat pada perbaikan jaringan hati. Obat dan preparat untuk hepatitis itu termasuk golongan obat keras, jadi kalaupun ternyata ananda telah dinyatakan benar-benar positif kena hepatitis B, maka ananda harus dan dipastikan akan benar-benar berada dalam pengawasan dokter untuk pemakaian obat dan pemantauan kesehatan ananda sampai ananda dinyatakan sembuh atau minimal kondisi membaik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar